Dapatkan penawaran khusus dari kami!

   +62 821 8888 0855   Jakasetia, Bekasi

BlogISO 9001Apa Itu ISO 9001?

Apa Itu ISO 9001?

Pengertian ISO 9001:2015

ISO 9001:2015 adalah standar internasional untuk sistem manajemen mutu (Quality Management System(QMS)). ISO (International Organization for Standardization) adalah organisasi internasional yang mengembangkan dan menerbitkan standar internasional yang diakui secara luas. Standar ISO 9001:2015 adalah versi terbaru dari standar tersebut, yang sebelumnya adalah versi 2008. ISO 9001:2015 memberikan kerangka kerja yang diterima secara internasional untuk mengelola kualitas dalam suatu organisasi. Standar ini berlaku untuk berbagai jenis organisasi, baik sektor publik maupun swasta, dan dapat diimplementasikan dalam berbagai industri.

Standar ISO 9001:2015 menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen mutu yang membantu organisasi mengidentifikasi, memahami, dan memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengendalian proses-proses yang terkait dengan produk atau layanan yang disediakan. Beberapa prinsip penting dalam ISO 9001:2015 meliputi fokus pada pelanggan, komitmen manajemen puncak, kepemimpinan yang kuat, keterlibatan seluruh pihak, pendekatan berbasis risiko, pengendalian proses, dan peningkatan berkelanjutan.

Dalam rangka memenuhi persyaratan ISO 9001:2015, suatu organisasi harus mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen mutu yang terdokumentasi, melakukan penilaian risiko, mengukur kinerja, dan melakukan audit internal secara teratur untuk memastikan kepatuhan terhadap standar. Implementasi ISO 9001:2015 membantu organisasi meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan mencapai tujuan kualitas yang ditetapkan.

Untuk informasi terkait kebutuhan Anda

Silahkan hubungi kami melalui WhatsApp

Persyaratan Sertifikasi ISO 9001:2015

Persyaratan sertifikasi ISO 9001 mengacu pada standar ISO 9001:2015. Berikut adalah beberapa persyaratan utama untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:

  1. Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System/QMS): Organisasi harus mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen mutu yang terdokumentasi. Sistem ini harus mencakup kebijakan mutu, prosedur-prosedur operasional, dan catatan-catatan yang relevan.
  2. Konteks Organisasi: Organisasi harus memahami konteks eksternal dan internalnya, termasuk kebutuhan dan harapan pelanggan, serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan organisasi untuk memberikan produk atau layanan yang sesuai.
  3. Kepemimpinan dan Komitmen: Manajemen tingkat atas harus terlibat secara aktif dalam memimpin dan mendukung implementasi sistem manajemen mutu. Mereka harus menetapkan kebijakan mutu, memastikan bahwa tujuan mutu yang terukur ditetapkan, dan mempromosikan kesadaran mutu di seluruh organisasi.
  4. Perencanaan: Organisasi harus merencanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan mutu. Ini melibatkan identifikasi risiko dan peluang, menetapkan tindakan pencegahan, dan merencanakan perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu.
  5. Dukungan dan Sumber Daya: Organisasi harus menyediakan sumber daya yang memadai untuk menjalankan sistem manajemen mutu. Ini termasuk aspek-aspek seperti kompetensi karyawan, infrastruktur yang diperlukan, dan lingkungan kerja yang sesuai.
  6. Operasional: Organisasi harus mengendalikan proses-proses operasional yang berhubungan dengan produk atau layanan yang disediakan. Ini meliputi perencanaan dan kendali perubahan, pengendalian dokumentasi, pengendalian produksi, dan pengendalian pengukuran dan pemantauan.
  7. Evaluasi Kinerja: Organisasi harus mengevaluasi kinerjanya secara berkala dengan menggunakan indikator kinerja yang relevan. Evaluasi ini melibatkan pengukuran, pemantauan, dan analisis data untuk mengidentifikasi peluang peningkatan dan mengambil tindakan yang sesuai.
  8. Perbaikan Berkelanjutan: Organisasi harus berkomitmen untuk peningkatan berkelanjutan dalam sistem manajemen mutu. Ini melibatkan tindakan perbaikan yang sistematis berdasarkan analisis data, umpan balik pelanggan, dan pengalaman belajar.

Perlu dicatat bahwa proses sertifikasi ISO 9001 melibatkan lembaga sertifikasi independen yang akan melakukan audit untuk memastikan organisasi memenuhi persyaratan standar. Audit dapat melibatkan audit internal oleh organisasi itu sendiri dan juga audit eksternal oleh pihak sertifikasi yang ditunjuk.

Untuk informasi terkait kebutuhan Anda

Silahkan hubungi kami melalui WhatsApp

10 Klausul ISO 9001

ISO 9001 adalah standar internasional yang mengatur sistem manajemen mutu (Quality Management System) dalam suatu organisasi. Standar ini memberikan kerangka kerja yang dapat digunakan oleh organisasi untuk mengembangkan, menerapkan, dan memelihara sistem manajemen mutu yang efektif. Dalam ISO 9001, terdapat sejumlah klausul yang menggambarkan elemen-elemen yang harus ada dalam sistem manajemen mutu.

Berikut adalah daftar klausul ISO 9001 versi terakhir, yaitu ISO 9001:2015:

  1. Klausul 1 – Lingkup: Menentukan ruang lingkup sistem manajemen mutu.
  2. Klausul 2 – Referensi Normatif: Menyebutkan dokumen-dokumen referensi yang relevan untuk implementasi standar ISO 9001.
  3. Klausul 3 – Istilah dan Definisi: Memberikan pengertian terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam standar ISO 9001.
  4. Klausul 4 – Konteks Organisasi: Menganalisis konteks organisasi dan memahami kebutuhan dan harapan pihak-pihak terkait.
  5. Klausul 5 – Kepemimpinan: Menetapkan kepemimpinan dan komitmen organisasi terhadap sistem manajemen mutu.
  6. Klausul 6 – Perencanaan: Menetapkan perencanaan untuk sistem manajemen mutu, termasuk risiko dan peluang.
  7. Klausul 7 – Dukungan: Menyediakan sumber daya, kompetensi, infrastruktur, dan lingkungan yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu.
  8. Klausul 8 – Operasi: Menjalankan kegiatan operasional yang berkaitan dengan produk dan layanan.
  9. Klausul 9 – Evaluasi Kinerja: Mengevaluasi kinerja sistem manajemen mutu melalui pemantauan, pengukuran, analisis data, dan peninjauan manajemen.
  10. Klausul 10 – Peningkatan: Meningkatkan sistem manajemen mutu melalui tindakan korektif, tindakan pencegahan, dan peningkatan berkelanjutan.

Setiap klausul ini memiliki persyaratan yang harus dipenuhi oleh organisasi agar sesuai dengan standar ISO 9001. Organisasi harus menyesuaikan sistem manajemen mutu mereka dengan persyaratan ini untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001.

Hubungi kami untuk informasi konsultasi



Konsultasikan Kebutuhan Anda!

Kami siap membantu dan mendampingi organisasi Anda untuk berbagai kebutuhan. Hubungi kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut. 

osi konsultan

Delivering Professional Services

© 2024 · All Rights Reserved

× Hubungi melalui WhatsApp
popup bappebti iso 27001